Seven Pounds

poster diambil dari http://www.impawards.com

Kira2 ada gak ya, orang yang bersedia nyumbangin jantungnya ke orang lain yang gak dikenal sama sekali? Hmm, kalo pun ada, pasti orang2 macem itu termasuk kategori manusia langka. Tapi inilah yang bakal kita liat dalam film Will Smith yang rilis taon 2008 ini. Yep, Seven Pounds bakal mengajak kita untuk melihat gimana usaha seorang Tim Thomas mencari 7 orang tak dikenal untuk dia bantu, bukan cuma dikasih jantungnya, tetapi juga bagian dari paru2, liver, ginjal, sumsum, kornea dan rumahnya beserta segala isinya.

Tentu si Tim punya alasan kuat kenapa dia melakukan semua itu. Tadinya, Tim adalah seorang insinyur penerbangan yang sukses, punya karir yang bagus, dan punya tunangan yang cantik dan perhatian. Saking sibuknya, HP Tim hampir gak pernah berhenti berbunyi (bukan gara2 rusak loh, tapi gara2 sering ada telpon dan SMS). Nah, suatu hari, pas lagi naek mobil sama tunangannya, HP Tim tiba2 bunyi. Dasar emang orang sibuk, diangkatlah itu HP. Akibatnya?? Tentu aja Tim jadi kurang konsentrasi pas nyetir. Di saat yang bersamaan, muncul mobil dengan 6 orang penumpang dari arah depan mobilnya. Kecelakaan pun tak terhindarkan. Tunangan Tim dan semua penumpang di mobil itu meninggal, cuma Tim aja yang bisa selamat.

Sejak itu hidup Tim jadi berubah drastis. Dia bener2 gak bisa maafin kesalahan dia waktu itu. Akhirnya, dibuatlah satu keputusan gila: dia akan mencari 7 orang tak dikenal untuk dia bantu abis2an. Orang pertama yang dia bantu adalah Ben, kakaknya yang seorang petugas pajak. Dia memberikan bagian dari paru2nya untuk Ben (aku agak bingung juga sebenernya.. bagian dari paru2 yang bisa disumbangin itu apanya ya?). Setelah itu, si Tim mulai mencari 6 orang lainnya. Supaya bantuannya tepat sasaran, Tim memanfaatkan identitas kakaknya untuk mencari tau sapa aja orang2 yang emang layak untuk dia bantu. Empat orang kedua yang dia bantu adalah Holly, George, Nicholas, dan Conny. Holly dapet livernya, George dapet ginjalnya, Nicholas dapet sumsumnya, dan Conny dapet rumahnya.

Sebenernya Tim udah nemu 2 orang terakhir yang akan dia bantu, tapi dia masih belum yakin untuk melakukannya (hoo, ya iyalah, masak jantung maen disumbangin gitu aja.. emangnya kita sapi??). Calon penerima jantung ini adalah Emily, sedangkan calon penerima korneanya adalah Ezra. Gak heran kalo Ezra jadi kandidatnya, abis orangnya emang baik banget siy.. (coba liat adegan waktu Ezra lagi dikerjain sama Tim di telpon, ato liat adegan yang pas Ezra lagi diajak ngobrol sama Tim di resto.. doh, bener2 melas dan mengharukan T_T). Sementara itu, Tim dan Emily ternyata mulai saling cinta. Ngeliat keadaan Emily yang sepertinya tinggal menghitung hari, akhirnya Tim pun memutuskan untuk saat itu juga menyumbangkan jantungnya ke Emily, dan sekaligus memberikan matanya untuk Ezra. Ending ceritanya pasti udah tau semua lah. Emang ada gitu, orang yang setelah nyumbangin jantungnya masih tetep hidup??

foto diambil dari sonypictures.com

Terus terang pas awal2 nonton, aku sempet bingung sama ceritanya. Alurnya maju mundur kayak sepur. Tapi seiring berjalannya cerita, akhirnya ketauan juga apa maunya film ini. Ada satu adegan yang paling aku suka dalam film ini, yaitu adegan pas Tim berniat mengakhiri hidupnya. Tadinya aku pikir si Tim itu beli jellyfish cuma untuk pajangan aja. Gak taunya ada maksudnya tho.. Ayo, ayo, buat yang pengen bunuh diri, gimana kalo pake caranya Tim aja? Isi bathtub dengan air, campur dengan sekarung es batu, lalu masukin sejumlah jellyfish, dan berendamlah di situ. Kayaknya gak butuh waktu lama untuk kita meninggalkan dunia ini. Hehehe, becanda ding… Jangan dianggap terlalu serius yah.. Ntar pada pengen bunuh diri, lagi. Inget, bunuh diri itu dosa!!!^^

  1. suka bgt sm ni film

  1. No trackbacks yet.

You must be logged in to post a comment.
%d bloggers like this: