Everybody’s Fine

poster diambil dari http://www.impawards.com

… the heartwarming film that will move you to laughter and tears”. Hmm, rasanya memang gak berlebihan kalo tulisan diatas muncul di cover belakang CD film ini. Yep, Everybody’s Fine memang film yang sangat menyentuh. Bahkan aku gak bisa berhenti mewek di sepanjang film ini. Hiks.. T_T

Adegan dimulai ketika Frank ~seorang pria yang baru aja ditinggal mati istrinya~ sedang mempersiapkan acara kumpul keluarga untuk 4 orang anaknya yang tinggal berjauhan. Semua persiapan udah dilakukan, tapi ternyata gak ada satu pun diantara anak2nya yang bisa datang. Untuk ngobatin kekecewaan, Frank pun mutusin untuk pergi sendiri mengunjungi anak2nya.

Tujuan pertama adalah David ~anaknya yang seorang seniman. Sayang begitu sampai di apartemen David, Frank justru gak nemuin siapa pun disana. Dia pun akhirnya ngelanjutin perjalanannya ke Amy ~anaknya yang sukses kerja di periklanan. Kali ini Frank berhasil ketemu dengan Amy dan keluarganya, tapi ternyata apa yang ia liat disana gak seindah yang ia bayangkan.

Perjalanan selanjutnya adalah nemuin Robert ~anaknya yang dia pikir adalah seorang konduktor. Tapi lagi2 yang Frank dapat hanya kekecewaan. Robert ternyata hanya seorang pemukul perkusi di kelompok musiknya, dan dengan alasan ada konser, Robert berusaha keras untuk menghindari Frank (kejadian yang hampir sama juga terjadi sebelumnya, waktu Frank nemuin Amy).

Frank pun melanjutkan perjalanannya ke Rossy ~anaknya yang seorang penari. Berbeda dengan anak2nya yang lain, yang keliatan banget kalo pengen menghindar darinya, Rossy justru menawari dirinya untuk tinggal lebih lama. Sayang keterbatasan obat membuatnya harus cepet pulang (Frank punya penyakit jantung.. Kalian musti liat adegan waktu Frank pengen bantu seorang anak muda gelandangan, yang ternyata bukannya ngucapin terima kasih, malah nginjak2 obatnya.. Hiks, what a pity old man!!).

Semua jawaban atas keingintahuan Frank akan terkuak di bagian akhir flim ini: tentang keberadaan David, masalah2 yang terjadi dalam keluarga Amy, Robert, serta Rossy. Ironisnya, semua itu terkuak waktu Frank lagi terbaring di rumah sakit gara2 serangan jantung.

  1. No trackbacks yet.

You must be logged in to post a comment.
%d bloggers like this: