My Sister’s Keeper

poster diambil dari http://www.impawards.com

Terus terang aku underestimate film ini waktu pertama kali ngeliat posternya. Gambarnya mengingatkanku pada filmnya mendiang Brittany Murphy dan Dakota Fanning yang judulnya Uptown Girls. Well, bukannya mau bilang kalo Uptown Girls itu jelek loh.., tapi emang ceritanya biasa aja sih. Itu sebabnya aku agak maju mundur pas mau beli VCD film ini. Tapi begitu beneran beli, dan akhirnya beneran nonton filmnya, aku baru sadar kalo ternyata pendapat aku itu salah. My Sister’s Keeper ternyata emang beda banget sama Uptown Girls. Dari awal nonton aja aku udah dibikin sesenggukan. Hiks..😥

Film ini bercerita tentang suka duka sebuah keluarga yang salah satunya anggotanya menderita kanker. Anna, si bungsu, sejak kecil sudah harus menjadi donor untuk kakaknya, Kate. Berbagai macam operasi sudah dijalaninya sampai akhirnya dia sendiri mulai merasa lelah dengan semua itu. Bukannya dia gak sayang sama kakaknya, tapi bagaimana pun juga dia kan pengen hidup normal seperti temen2nya yang lain. Akhirnya dengan berbekal uang seadanya, Anna pun nekat membayar seorang pengacara terkenal untuk menuntut ibunya atas tuduhan pengekangan medical emancipation (jangan tanya apa itu, soalnya aku juga bingung cari padanan katanya dalam bhs indo.. :p).

Kate sendiri merasa tidak enak hati dengan adik2nya. Dia merasa gara2 dia sakit, perhatian orangtuanya ke mereka jadi banyak berkurang. Jesse, adik cowoknya, menderita disleksia dan harus dikirim ke luar kota untuk perawatan selama beberapa waktu. Anna, seperti yang tadi udah ditulis, harus bolak-balik ke rumah sakit untuk mendonorkan beberapa bagian tubuhnya ke dia. Sementara itu, ibunya yang dulu aktif sebagai pengacara kini harus banyak di rumah untuk merawatnya (sebelum akhirnya balik lagi gara2 dituntut Anna), dan sering bertengkar dengan ayahnya gara2 dia.

Adegan2 tadi digambarkan dari berbagai sudut pandang; dari Anna, Jesse, Kate, ayah dan ibu mereka, bahkan dari pengacara Anna sendiri. Selain itu, alur yang dipake film ini juga maju mundur. Kadang di masa sekarang, dan kadang di masa lalu. Endingnya? Hmm, aku bingung mesti dibilang happy atau sad end, secara mau dibilang happy ya happy, tapi dibilang sad ya sad. Yang pasti, jangan lupa siapin tissue yang banyak!!^^

    • Gie
    • September 26th, 2010

    Mut, Imut, ku penasarannnnn ama ini =p

    Ajarin blogging dung =p

    • haha, aku ampe shock gara2 dipanggil imut.. :p
      penasaran ama apanya niy? film ini? beli aja, nggi.. VCD ori cuma 49rb kok..
      dijamin stlh nonton mata jadi bengkak..

  1. No trackbacks yet.

You must be logged in to post a comment.
%d bloggers like this: