Fiksi

poster diambil dari wikipedia.org

Akhirnya!! Setelah sekian lama menulis review, baru kali ini ada film Indonesia yang mampir di blog ini. Haha.. Bukannya antipati sama film Indonesia loh, tapi emang kenyataannya sebagian besar film Indonesia itu ngebosenin. Begh, gimana gak ngebosenin coba, kalo ceritanya cuma muter2 di seputaran kuburan, bathub sama kasur.. Jiaaah, bassiiyyy!!!

Nah, berhubung aku suka sama pasangan Ladya Cheryl dan Donny Alamsyah, jadi review kali ini adalah tentang film mereka yang judulnya Fiksi. Film yang berhasil menjadi Film Terbaik pada FFI 2008 ini bercerita tentang kehidupan seorang cewek bernama Alisha. Waktu kecil, Alisha harus ngeliat ibunya bunuh diri gara2 bapaknya selingkuh. Dan sejak saat itu, Alisha berubah menjadi sosok yang penyendiri. Hari2nya cuma diisi dengan bermain cello dan ngobrol dengan pengurus rumah serta sopir pribadinya. Sampai suatu hari, seorang pria bernama Bari muncul untuk menggantikan tugas seorang pembersih kolam renang di rumah Alisha. Kemunculan Bari bikin Alisha  jadi terobsesi sama dia. Alisha bahkan nekat kabur dari rumah dan tinggal di rusun yang sama dengan Bari. Dari sinilah sebenernya cerita utama film ini muncul.

Dengan menggunakan nama samaran Mia, Alisha lalu berinteraksi dengan orang2 yang ada di rusun itu. Orang pertama yang diajak berinteraksi tentu aja si tetangga sebelah, yang gak lain adalah Bari dan pacarnya, Renta. Lalu secara perlahan tapi pasti, Mia juga mulai masuk ke kehidupan para penghuni lainnya yang diantaranya adalah sepasang ayah-anak yang sama2 gay dan seorang perempuan tua yang hanya berinteraksi dengan kucing2nya. Awalnya Bari gak ngerasain ada sesuatu yang aneh pada keberadaan Mia di rusun itu, tapi sejak kematian beberapa penghuni, yang entah sengaja atau tidak ternyata terkait dengan keberadaan Mia, Bari jadi curiga sama dia. Hmm, tapi apa emang bener itu semua gara2 Mia? Terus, kenapa si Renta tiba2 ngilang? Apa jangan2 ini semua ulah Renta ya? Atau malah ada orang lain yang tega ngelakuin ini? Siapa? Haha, silahkan dicari sendiri jawabannya..

    • Sang Penjelajah Malam
    • October 16th, 2010

    Mana review Madam X

  1. great movie!

  2. kesasar disini gara2 nyari soundtracknya nih film😀

    buat filmnya sendiri sih biasa aja, terlalu ketebak, sempet juga bikin spoiler nih film di blog lama, tapi soundtracknya hm.. jatuh cinta mampus dah.. zeke emang ga ada matinya..

    *masih mencari soundtrack nih film*

    anyway, salam kenal..😉

  3. Setuju kalau emang film indonesia sekarang udah beneran buat pola pikir saya jadi gak niat mau ngenontonnya. Padahal dulu ingat suka nonton kayak jomblo atau filmnya deddy mizwar. Tapi sisanya berasa udah kurang seni filmnya. Ceritanya datar dan akting pemainnya juga pas-pasan banget.
    😀

  1. No trackbacks yet.

You must be logged in to post a comment.
%d bloggers like this: