The Band’s Visit

poster diambil dari http://www.impawards.com

Inilah film bagus yang nasibnya gak terlalu bagus di ajang Oscar. Film Israel rilisan 2007 ini gagal masuk nominasi Best Foreign Language Film di Academy Awards taun 2008 karena mayoritas bahasa yang digunakan di film ini adalah Bahasa Inggris. Sayang sekali, padahal filmnya sendiri cukup menarik loh. Gak ada cerita tentang politik ato perang, yang ada hanyalah cerita tentang orang2 biasa yang berusaha untuk saling mengenal satu sama lain.

Jadi ceritanya begini: Alexandria Ceremonial Orchestra ~sebuah kelompok band kepolisian Mesir yang beranggotakan 8 orang~ baru saja tiba di Israel karena memenuhi undangan Arab Cultural Center. Masalahnya, mereka ternyata salah naik bis. Harusnya mereka turun di Petah Tikva, tapi yang ada malah mereka turun di Bet Hatikva. Alhasil mereka jadi luntang-lantung gak jelas di kota kecil itu. Luckily, waktu mereka makan di sebuah restoran kecil, si pemilik restorannya ternyata bersedia untuk membantu mereka. Karena keterbatasan tempat tinggal, mereka pun akhirnya dibagi jadi 3 kelompok: 2 orang ikut si pemilik restoran (whose name is Dina), 3 orang ikut Itzik (teman Dina), dan sisanya tetap tinggal di resto bareng Papi (karyawan Dina).

Perbedaan bahasa emang jadi kendala komunikasi, tapi itu gak berarti bahwa band Mesir ini jadi gak bisa bergaul dengan orang2 Israel. Dengan Bahasa Inggris yang terbata2, mereka mencoba untuk saling kenal dengan para penampungnya. Ketiga polisi yang ikut Itzik bahkan memanfaatkan keahlian mereka bermusik untuk mencairkan suasana kaku diantara mereka dengan keluarga Itzik. Yang paling menarik adalah ketika Khaled ~anggota termuda dari band Mesir ini~ mengajari Papi gimana caranya ngedeketin cewek. Tanpa dialog yang bertele2 dan hanya mengandalkan gerakan tangan, Khaled berhasil bikin Papi deket dengan cewek yang ditaksirnya.

Lalu apakah band ini akhirnya bisa tampil di Petah Tikva? Hmm, rasanya pertanyaan itu gak terlalu penting untuk dijawab, soalnya perjalanan mereka menuju ke sanalah yang sebenernya menarik untuk ditonton.

  1. No trackbacks yet.

You must be logged in to post a comment.
%d bloggers like this: