The Raid: Redemption

poster diambil dari http://www.impawards.com

Akhirnyaaa, kemarin bisa juga nonton The Raid. Tapi aku jadi bingung nih, mau ngasih komentar gimana. Dibilang bagus, kayaknya gak gitu2 banget, tapi kalo mau dibilang jelek, kayaknya jauuuh dari yang namanya jelek. Dari segi cerita, film ini termasuk kategori biasa. Tapi kalo ngomongin soal adegan2 action di dalamnya, untuk sebuah film Indonesia, film ini bener2 luarrr biasa.

The Raid bercerita tentang penyerangan markas gembong narkoba oleh sekelompok pasukan elit. Sebagai bandit yang sudah malang melintang di dunia kejahatan, terutama yang berkaitan dengan narkoba, Tama ~pimpinan gembong tadi~ jelas bukan orang yang gampang untuk ditaklukkan. Pasukan elit yang dipimpin oleh Sersan Jaka itu harus bisa survive di dalam markas yang mereka serang sendiri. Sayangnya, bawahan2 Tama terlalu banyak dan terlalu kuat untuk dihadapi. Satu per satu anggota pasukan elit mati secara mengenaskan. Di akhir film, hanya ada 3 pasukan yang masih hidup. Siapakah mereka? Bagaimana cara mereka selamat? Apakah itu artinya Tama pasti kalah dan mati? Cari jawabannya dengan nonton sendiri filmnya. Jarang2 lho, ada film action Indonesia yang model begini.

 

 

Jauh sebelum diputer di bioskop, film ini udah jadi bahan omongan dimana2. Media entertainment pada rebutan ngomongin prestasi2 yang diraih sama film ini, diantaranya soal keberhasilan film ini meraih People Choice Award di Toronto Film Festival 2011 dan keberhasilannya menjadi salah satu box office di Sundance Film Festival 2012. Gak cuma itu aja, film ini bahkan berhasil masuk dalam daftar 50 Top Action Movies of All Time versi IMDB. Widiih, keren banget gak tuh? Sayangnya, ada beberapa pihak yang menganggap bahwa film ini bukan film buatan Indonesia. Well, sutradara dan penulisnya memang bukan orang Indonesia asli, tapi setidaknya aktor dan mayoritas kru film ini kan orang Indonesia. Ceritanya pun tentang orang kita kan? Pak Gareth Evans ~sang sutradara~ pun rasa2nya gak pernah nyebut film ini sebagai film internasional, film asing, atau bahkan lebih spesifik lagi sebagai film Wales, tempat asal beliau. Jadi, boleh doong kalo kita sebut ini sebagai sebuah film Indonesia?

Untuk kalian yang doyan nonton film action, film yang satu ini jelas gak boleh dilewatin. Adegan2nya ekstrim banget. Disini, nusuk leher orang udah berasa kayak nusuk sate. Belum lagi adegan nembak kepala orang dalam jarak dekat. Weiss, sadis pokoknya. Tapi jangan khawatir, untuk cewek2 yang gak doyan action, yang terpaksa harus nonton film ini gara2 nemenin cowoknya, kalian jangan sedih dan jangan galau, karena ada Iko Uwais, Donny Alamsyah dan Joe Taslim di film ini. Hahaha, lumayan kaan? Setidaknya kegantengan mereka bisa mengalihkan ketakutan kita sama darah. (♥♥,)

  1. No trackbacks yet.

You must be logged in to post a comment.
%d bloggers like this: