Modus Anomali

gambar diambil dari http://www.modusanomali.com

Kok makin lama film Indonesia makin vulgar yaa?? Bukan vulgar dalam artian seronok atau buka2an kayak yang biasanya muncul di film komedi horor, tapi vulgar dalam artian ekstrim. Coba aja liat adegan pembantaian yang ada di The Raid, The Witness dan Modus Anomali. Tiga2nya adalah film Indonesia, dan tiga2nya menampilkan adegan pembunuhan yang sama2 ekstrim. Di 3 film itu, ngebunuh orang rasanya udah kayak ngejepret kertas. Santai banget, cuy!! Gokiiill!!

Kali ini yang mau dibahas adalah Modus Anomali. Film anyar besutan Joko Anwar ini awalnya super ngebosenin. Bahkan tampang kece Rio Dewanto pun ternyata gak cukup kuat untuk bikin aku betah di depan layar. Untungnya kebosenan itu gak berlangsung lama. Emm, agak lama juga sih, sekitar 20 menitan.. Haha.. Anyway, begitu 20 menit itu lewat, aura asyiknya film ini mulai muncul. Untuung aja gak jadi walkout di tengah film.

Modus Anomali diawali dengan adegan bangunnya seorang laki2 yang baru aja dikubur hidup2 di tengah hutan. Waktu nelpon 911, laki2 itu baru sadar kalo ternyata dia lupa ingatan. Di tengah kebingungannya mencari jati diri, dia menemukan sebuah pondok yang di dalamnya ada semacam video recorder. Begitu playernya diklik, ternyata yang muncul adalah rekaman pembunuhan terhadap seorang perempuan hamil. Laki2 itu langsung lari ketakutan waktu tau kalau mayat perempuan itu ada di sebelahnya.

Beberapa saat kemudian, setelah capek lari2, laki2 itu ngebuka dompetnya dan menemukan ID Card dengan foto dia. Disitu tertulis kalo namanya adalah John Evans. Selain itu, dia juga nemuin foto keluarga di dompetnya. Di foto itu ada gambar seorang perempuan ~yang gak lain adalah perempuan yang hamil tadi~ dan sepasang anak laki2 dan perempuan. Di balik foto itu ada tulisan, “We love you, John”.

Cerita lalu berlanjut ke usaha John mencari kedua anak tersebut. Di waktu yang sama, anak2 itu juga sedang mencari ayahnya. Banyak peristiwa mengerikan yang terjadi sepanjang pencarian itu. Apakah mereka bakal ketemu satu sama lain? Dan apakah pembunuhan yang terjadi itu ada kaitannya sama keluarga lain yang kebetulan juga sedang berlibur di hutan yang sama? Ahaha, get ready for surprises!! Satu pesanku: JANGAN TERTIPU DENGAN APA YANG KAMU LIAT. Whatever it is.

 

 

Seperti yang aku bilang sebelumnya, film ini emang agak ngebosenin di bagian awalnya. Tapi jangan khawatir, banyaknya kejutan yang muncul di film ini justru bikin ceritanya makin menarik. Oia, walopun ini film Indonesia, tapi percakapan2 yang muncul di film ini semuanya pake Bahasa Inggris. Secara keseluruhan sih aku suka sama akting para pemainnya, termasuk akting para pemain baru. Yang (menurutku) kurang asyik malah aktingnya si Rio. Somehow, aku gak bisa ngerasain ketegangan yang dia rasain di film ini. Anyway, seneng banget ada film Indonesia kayak begini. No wonder as it is Joko Anwar’s.

  1. No trackbacks yet.

You must be logged in to post a comment.
%d bloggers like this: