Prisoners

poster diambil dari www.impawards.com

poster diambil dari http://www.impawards.com

Libur panjang pada nonton film apa nih? Pasti lagi banyak yang nonton Gravity atau Insiduous 2. Ada yang kepikiran nonton Prisoners gak? Ini film boleh looh dijadiin pilihan tontonan. Sejujurnya tadi waktu berangkat ke bioskop, aku juga gak ada bayangan sama sekali tentang film ini. Gak sempet nyari tau gimana sinopsisnya, siapa aja pemainnya, dan gimana review dari blog2 sebelah. Makluumm, ini tadi nontonnya gratisan. Tapi ternyata filmnya menarik juga lho.. Well, setidaknya begitulah menurutku. Hihi, selera orang kan beda2.

Film yang dibintangi oleh Hugh Jackman dan Jake Gyllenhaal ini bercerita tentang perjuangan seorang ayah dan seorang detektif dalam mengungkap kasus penculikan anak-anak. Peristiwa penculikan ini terjadi ketika keluarga Dover berkunjung ke rumah keluarga Birch untuk merayakan Thanksgiving. Di tengah2 perayaan tersebut, Anna Dover dan Joy Birch, bungsu dari masing-masing keluarga tersebut, tiba2 menghilang setelah bermain dekat sebuah karavan yang sedang parkir di lingkungan tempat tinggal mereka. Polisi berhasil menemukan karavan tersebut dan menangkap pengemudinya. Namun sayang, Alex, si pengemudi, ternyata adalah seorang laki-laki dewasa dengan IQ anak 10 tahun. Polisi pun melepaskannya, apalagi setelah dilakukan penggeledahan ternyata tidak ditemukan apa pun yang bisa menunjukkan kalau dia pelakunya.

Penculikan sudah lewat beberapa hari, tapi kedua anak tersebut masih belum juga ditemukan. Dover masih yakin kalau Alex adalah pelakunya, sehingga ia pun memutuskan untuk menangkapnya sendiri. Berbagai cara dia lakukan untuk membuat si Alex mau berbicara, tapi tetep aja hasilnya nihil. Sementara itu, detektif Loki, detektif yang ikut menyelediki kasus ini, curiga bahwa penculikan ini sebenarnya ada kaitannya dengan penculikan dan pembunuhan anak2 dua puluh tahun yang lalu. Di saat yang sama, muncul seorang laki2 yang mencurigakan. Pertanyaannya sekarang adalah, siapa penculik yang sesungguhnya: Alex, laki2 yang mencurigakan itu, atau justru orang lain? Apa motifnya, dan dimana sebenernya anak2 itu disembunyikan? Well, semuanya bakal terjawab di menit2 akhir film ini.

Seperti yang sudah sering aku bilang, film adalah soal selera. Tadi sih di bioskop jumlah penontonnya dikit banget; satu studio cuma terisi 5-6 baris. Itu juga sebagian ada yang tidur, ngobrol sama pacarnya, atau malah maenan HP. Mungkin karena durasi film ini yang kelewat lama, kali yaa? FYI, ini film durasinya sampe 2,5 jam!! Hehe, tapi aku fine2 aja tuh. Menurutku sih, ini film oke juga. Gak sempet bosen, soalnya sepanjang film diajak mikir terus. Btw, barusan aku liat Rotten Tomatoes, ternyata ini film tomatometernya 81%. Hoo, ini kayaknya reviewernya punya selera yang sama nih kayak aku.🙂

  1. No trackbacks yet.

You must be logged in to post a comment.
%d bloggers like this: